Senin, 20 Juni 2011

PALESTINA PASCA REVOLUSI TIMUR TENGAH


Oleh : Syeikh Abu Mukmin (Palestina)
Penerjemah : Rakhmat Arafah
           
            Pada sesi kali ini kita akan membahas Palestina pasca revolusi di dunia Arab, merupakan akidah yang harus kita yakini bahwa Palestina adalah tanah suci, tanah para syuhada dan para Nabi. Dampak revolusi yang terjadi di Palestina adalah ketidak pedulian terhadap Palestina. Salah satu contohnya adalah kezhaliman yang dilakukan oleh Husni Mubarak, presiden Mesir, begitu pula di Tunisia. Dua pemerintahan ini mematikan kepedulian kepada para pemudanya terhadap Palestina. Dalam hal ini Mesir bukan rakyat Mesirnya, tapi pada pemerintahannya. Hal tersebut membuat mati akan kepedulian terhadap Palestina.
            Salah satu usaha dari pemerintahan Mesir menzhalimi rakyatnya adalah mempersulit bantuan kepada Palestina. Mengucilkan rakyat Palestina dengan melakukan penggalian bawah tanah bahkan membangun tembok mati untuk membatasi rakyat Palestina dari dunia luar. Husni Mubarak terus menguilkan negara Palestina agar hilang dari peta dunia. Dalam hal ini serangan terus dilakukan dalam waktu lima hari ke depan. Salah satu yang diusahakan dari Suriah melakukan kontak dengan Mesir, tapi tidak bisa. Akan tetapi orang – orang Yahudi memperalat orang Damaskus yang ada di Suriah.
            Salah satu poin yang masih dipertahankan oleh rakyat Palestina adalah setiap orang yang dilahirkan adalah setiap orang yang dilahirkan merupakan orang merdeka. Dalam hal ini pemerintah Mesir menzhalimi dari dua pintu : 1. Bagaimana rakyat Mesir bisa dibodohi; 2. Berkompromi dengan Amerika Serikat dan Israel. Revolusi yang terjadi di Mesir, yang terjadu juga di Tunisia, akan menyebar ke negara – negara Arab lainnya. Setelah revolusi yang terjadi di negara – negara Arab adalah membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan. Dalam hal ini sunatullah tidak bisa diganti – ganti, baik cepat atau lambat.
            Pada saat seperti ini bersifat Fir’aun, barangsiapa yang mengikuti Fir’aun, maka akhir hidupnya seperti Fir’aun. Ada dua fase yang dilakukan oleh Husni Mubarak : 1. Bagaimana rakyatnya tunduk; 2. Bagaimana memberikan jalan kelanggengan untuk masa depan. Setelah melakukan kezhaliman, “Aku akan berkuasa, semua harus tunduk kepadaku”, kira – kira seperti itu kata Mubarak.
            Bagaimana kita berangkulan untuk membebaskan negara Palestina. Apa bila menolong agama Allah, maka Allah akan mengokohkannya. Yang terjadi pada saat ini, negara Palestina, masyarak menghafal Al Qur’an. Demgam kondisi seperti ini, mereka merasa aman. Allah tidak mengubah suatu kaum, kondisi ini juga yang terjadi di Yaman, Mesir dan juga Libia. Maka dengan hal ini Palestina juga bisa meraih kebebasa. Orang – orang Zionis mengatakan untuk menghentikan kependudukan di Palestina.
            Terakhir, mereka yakin bahwa jani Allah itu pasti. Kebebasan dari Zionis. Ada dua pilihan ketika memasuki kawasan Masjidil Aqsha : 1. Mati sebagai syahid; 2. Hidup mulia. Karena Israel segera mengakhiri statusnya menduduki Palestina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar