Rabu, 30 Januari 2019

Awal Mula Agama Kristen

Yesus alias Nabi Isa as. merupakan nabi yang diturunkan Allah kepada Bani Israil. Tugasnya adalah untuk menyelamatkan Bani Israil dari kesesatan yang telah lama dilakukan kaum tersebut. Allah SWT masih menyayangi kaum Musa as. ini dan menurunkan satu nabi lagi khusus untuk mereka. Nabi Isa as. mengaku jika dirinya diutus Allah hanya untuk kaumnya saja, Bani Israil, dan bukan untuk umat manusia seluruh dunia.

Di dalam Injil sendiri ada peristiwa di mana Yesus menolak seorang wanita Kanaan (Palestina) yang meminta anaknya disembuhkan dari kemasukan setan,Yesus menolak dan mengatakan, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15 :24). Yesus sendiri menolong perempuan itu juga, namun tidak menyuruh perempuan itu untuk ‘pindah keyakinan’. Penegasan itu juga nampak dari pesan Yesus kepada para muridnya yang mewantiwanti mereka untuk tidak menyebarkan ajarannya kepada orang selain dari Bani Israil.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 10:5-6)
Telah jelas bahwa Yesus menegaskan dirinya hanya untuk Bani Israil. Namun para misionaris mengklaim bahwa hal itu hanya berlaku sebelum kebangkitan. Setelah dibangkitkan maka misinya untuk umat manusia seluruh dunia. Perubahan mendasar ini berangkat dari ajaran Paulus, seorang Yahudi dari Tarsus yang mengaku-aku sebagai murid Yesus.

Laksamana Keumalahayati (1585-1604)

1. Riwayat Hidup
Laksamana Keumalahayati merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana. Ia lahir pada masa kejayaan Aceh, tepatnya pada akhir abad ke-XV. Berdasarkan bukti sejarah (manuskrip) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia dan berangka tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Belum ditemukan catatan sejarah secara pasti yang menyebutkan kapan tahun kelahiran dan tahun kematiannya. Diperkirakan, masa hidupnya sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI.

Laksamana Keumalahayati adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Jika dilihat dari silsilah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Laksamana Keumalahayati merupakan keturunan darah biru atau keluarga bangsawan keraton. Ayah dan kakeknya pernah menjadi laksamana angkatan laut. Jiwa bahari yang dimiliki ayah dan kakeknya tersebut kelak berpengaruh besar terhadap kepribadiannya. Meski sebagai seorang wanita, ia tetap ingin menjadi seorang pelaut yang gagah berani seperti ayah dan kakeknya tersebut.

أخي أنت حرٌ

أخي أنت حرٌ وراء السدود
  أخي أنت حرٌ بتلك القيود
إذا كنت بالله مستعصما
  فماذا يضيرك كيد العبيد

خي هل تُراك سئمت الكفاح
  وألقيت عن كاهليك السلاح
فمن للضحايا يواسي الجراح
  ويرفع راياتها من جديد

Senin, 28 Januari 2019

Sharing Panahan Ajah

Assalamu'alaikum wr wb....

Kali ini saya ingin menulis tentang panahan nih. Awalan ini saya ingin berbagi aja deh. Pertama seneng panahan waktu masih mengajar di SD SC, Serpong. Kebetulan waktu itu lagi nggak ada rapat guru. Ya udah, akhirnya nimbrung di ekskul panahan anak-anak. Sekali dua kali coba, kok seru ya. Penasaran juga, kok gak kena mulu kuningnya. Hahahaha... Dan nggak terasa sering kejepret string. Baru sadar udah di rumah. Jepretannya sampe ungu. Dua minggu baru hilang bekasnya.

Nah, kebetulan banget temen saya lagi cari peserta panahan kelas akhwat, dan coach-nya juga alhamdulillah akhwat. Akhirnya ikutlah tuh, walau latihannya sebulan cuma 2x dan durasi latihan dua jam. pembayaran dua ratus ribu per bulan. Empat bulan belajar 5 meter. Selama empat bulan itu, banyak yang harus diperbaiki, terutama teknik dan posisi badan saat narik busurnya. Maklum, pertama ya kan. Posisi badan suka-suka, dan miring-miring. Hahahaha... Akhinya bisa juga grouping di kuning, mundurlah tuh 10 meter.

Masuklah saya ke klub panahan yang pertama. Kurang lebih satu tahun lebih jadi coach di klub itu. Ketika belum lama masuk klub itu, dijorok-jorokin tuh ikut SKM level satu 10 meter dengan skor minimal 150 poin. Bilangnya WAJIB sama Bu Head Coach. Ikutlah saya tanpa persiapan. Dua rambahan pertama miss semua! Kaga ada yang nancep di target. Hahahaha... Udah deg-degan aja, khwatir kaga lulus level satu. Pas break ISHOMA, makannya ngebut, biar bisa latihan bentar. Selesai ISHOMA, dilanjutkan dah tuh, 3x10 rambahan. Dan nilai akhirnya nyaris mepet, cuma 180 poin. Hahahaha... Depan saya lanang semua yang udah pada kece dan lengkap peralatannya.

Kamis, 24 Januari 2019

CERPEN : MEDALI CINTA SANG ARJUNA


“Duuuuh...!! Markas LDK pindah segala! Masih banyak barang-barang inventaris yang belum diangkut”, keluhku sambil membawa beberapa kardus. Tumpukan kardus sampai menutupi pandanganku. Samar-samar kulihat ada cowok berbadan gemuk, mata sipit, berkulit putih, tinggi, dan berkacamata. Dia jalan terburu-buru dari arah berlawanan sambil membaca sesuatu dari ponselnya, sesekali mengetik. Dia sama sekali tidak melihat apa yang ada di depannya. Tiba-tiba dia menabrakku yang sedang kerepotan membawa tumpukan kardus. Braakk...!!
            “Astaghfirullah...!!,” spontan  saja beristighfar. Aku terjatuh. Barang-barang yang ku bawa beratakan. Ada yang isinya berhamburan
            “Kamu nggak papa? Maaf ya, saya nggak sengaja. Saya buru-buru mau ke kelas. Ada jam kuliah,” dia minta maaf sambil membantuku merapikan barang-barang yang berantakan.
            “Makanya, hati-hati dong! Jangan handphone terus! Mata udah empat juga!,” balasku dengan nada kesal.
            “Iya, maaf ya. Sekali lagi saya mohon maaf,” dia mencoba menghiba maaf dariku.
            “Iya! Saya maafin! Lain kali hati-hati!,” aku masih kesal.
            Sesampainya di sekretariat yang baru, aku mengecek kembali barang-barangnya. Khawatir ada yang kurang. Dan ternyata benar, ada satu map yang tertinggal. Tapi aku tidak tahu, arsip apa yang tertinggal.

***

            Sore pun tiba. Matahari sudah di ujung peraduan. Langit biru mulai berubah menjadi jingga. Azan akan berkumandang dalam hitungan menit, yang akan membelah suasana hiruk-pikuk kota Jakarta. Aku masih di sekretariat LDK yang baru, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Kondisi tempat ini masih berantakan, karena baru proses pemindahan barang. Besok pasti akan ada kerja bakti untuk merapikan tempat ini.
            Sepertinya tidak ada waktu untuk menunaikan shalat di rumah, terpaksa shalat maghrib di masjid yang kudapati di inggir jalan. Setelah shalat maghrib, aku langsung pulang. Sepanjang perjalanan, aku mengendarai motorku dengan perlahan. Efek lelah. Saat tiba di rumah, aku mandi dan wudhu untuk bersiap shalat isya.
            “Masya Allah... Lelah sekali hari ini. Ditambah pinggangku sakit karena terjatuh tadi,” gumamku.
            Malam seperti berlari, tanpa terasa subuh menjelang. Aku hampir tidak terdengar azan dari masjid depan rumah. Bisanya, suara sedikit saja dari masjid aku langsung terbangun. Tapi kali ini berbeda. Mungkin syaithon yang terkutuk telah menutup telingaku, karena kelelahan kemarin sore. Oh, tidak.
            “Lisa! Bangun, Lisa! Sudah setengah enam pagi. Kamu tidak berangkat ke kampus hari ini?” ayahku membangunkanku. Aku kaget. Bukan kaget karena dibangunkan, namun karena terlewat subuh.
            “Astaghfirullah! Bablas deh subuhnya! Kenapa Ayah tidak membangunkankunwaktu subuh?!” pastilah aku merasa kesal, sekaligus menyesal bangun kesiangan.
            “Ayah nggak tega bangunin kamu.sepertinya kamu kelelahan kemarin sore,” balas ayahku.
            “Ah, Ayah!,” singkat. Dengan nada kesal. Tanpa basa-basi aku langsung mengambil handuk dan mandi.
            Setelah rapi, langsung berangkat ke kampus. Kali ini agak terburu-buru untuk mengejar jam kuliah pagi, agar tidak terlambat masuk kelas. Dosennya agak killer. Telat tiga menit saja langsung tidak boleh masuk kelas, mengikuti kuliahnya. Harus di luar ruangan sampai jamkuliahnya selesai. Itulah dosen mata kuliah Linguistik.
***
            Inilah mata kuliah yang aku tidak suka, Statistik. Yang aku tidak suka karena mata kuliah ini penuh dengan hitung-hitungan. Itulah mengapa aku memilih Bahasa dan Satra Indonesia. Untuk menghindarai hitung-hitungan. Aku juga bertanya-tanya, kenapa harus bertemu Statistik? Aku sama sekali tidak mengerti mata kuliahnya. Hampir setiap tugas jmata kuliah ini, aku sampai bertanya pada temanku di program studi Matematika. Kalau tidak, tamatlah riwayat nilai mata kuliah ini. Aku tidak ingin mengulang mata kuliah ini satu semester.
            Dua SKS, terasa lama. Waktu berjalan seperti siput. Ingin rasanya segera berakhir. Percuma dosennya menerangkan secara rinci, tapi aku sama sekali tidak mengerti. Berpikir keras untuk memahami, bisa-bisa otakku sariawan.
            Setelah selesai kuliah ini, aku segera berkumpul dengan teman-teman LDK untuk kerja bakti merapikan sekretariat yang baru. Sekretariat kami kali ini agak besar, bahkan ada skat tembok yang berfungsi sebagai hijab antara laki-laki dan perempuan jika sedang ada rapat. Di tengah kami membereskan kantor, ada seseorang yang datang mengembalikan barang milik LDK. Aku mengintip orang itu, ternyata orang yang pernah menabrakku waktu memindahkan barang-barang.
            “Assalamu’alaikum...,” orang itu mengucap salam.
            “Wa’alaikumsalam warahmatullah...,” jawab seorang ikhwan yang sedang merapikan bagian depan.
            “Maaf, apa betul ini sekretariat LDK yang baru?,” tanya orang itu.
            “Betul, Mas. Ada apa ya?”,
            “Saya ingin mengembalikan ini”, orang itu menyodorkan sebuah plastik folder untuk arsip penting. Aku kaget, pantas saja kemarin ada yang kurang. Ternyata benar, ada yang tertinggal waktu aku terjatuh karena tertabrak olehnya. “Saya menemukan ini di lorong lantai dua. Sepertinya ini milik LDK yang terjatuh”, lanjutnya.
            “Oh, begitu. Terima kasih ya. Maaf, Mas dengan siapa?” tanya ikhwan itu.
            “Saya Abdullah. Kalau begitu, saya permisi dulu,” orang itu pamit.
            “Apa tidak masuk dulu. Sekedar minum teh,” ikhwan itu menawarkan untuk bertamu dulu pada orang itu.
            “Nggak, Mas. Saya buru-buru. Ada urusan. Permisi. Assalamu’alaikum,” orang itu langsung pergi meninggal tempat.
            “Wa’alaikumsalam warahmatullah...,” kami menjawab salamnya
            “Oo... Namanya Abdullah...,” gumamku dalam hati.
            “Dor! Ngelamun aja! Lihat apa sih? Jangan-jangan kamu suka yaaa sama orang yang tadi?”, Nisa mengagetkaku. Membuyarkan lamunan tentang orang tadi.
            “Ish! Apaan sih! Kenal junga nggak sama orang tadi,” ketusku.
            “Ah, masa’. Jangan gitu, nanti lama-lama kamu bisa suka lhooo...,” Nisa tambah meledekku ditambah mencubit pipi. Suasana hening sejenak
            “Asal kamu tahu aja ya, Lis. Orang yang tadi itu atlet panahan lho. Jago panahan, andalan kampus kalo ada kompetisi. Pasti masuk tiga besar. Denger-denger mau dimasukkan ke tim nasional,” celetuk Lastri yang memecah keheningan.
            “Dari program studi apa, Las?,” tanya Nisa.
            “Ya dari Pendidikan Olahraga lah, Nis! Kalo dari FISIP nggak mungkin. Apalagi Teknik,” jawab Lastri.
            “Eh... Tapi kalo diperhatiin, orang tadi tuh mukanya lucu. Kayak muka masih bocah. Chubby banget,” kata Nisa sambil menahan tawa.
            “Woy! Istighfar!,” nadaku agak sedikit dinaikkan karena obrolan mereka.
            Selesai kerja bakti hari ini. Aku segera pulang dan istirahat sore.

***
            Hari ini aku membawa beberapa makalah. Ada satu makalah yang baru aku selesaikan semalam sampai dini hari. Paginya, ngantuk tidak dapat dihindari. Selama diperjalanan aku terus menguap, dan hampir saja terjatuh karena tida bisa menghindar kendaraan yang lewat. Untuk menghindari bahaya, aku berhenti sejenak di mini market untuk membeli beberapa camilan, minuman ringan, dan kopi kemasan botol agar mengantukku hilang. Tanpa sengaja, aku bertemua orang yang pernah menabrakku saat mengantre di kasir. Dia berbalik setelah transaksi. Dia mentapku tanpa sepatah kata dari mulutnya. Barangkali dia segan untuk menyapa dengan wanita yang berkerudung panjang sepertiku. Aku hanya menunduk untuk menghindari tatapannya.
            Selesai keperluanku di mini market. Kulanjutkan perjalanan, agak dipercepat. Semoga saja tidak terlambat masuk kelas. Di perempatan agak macet, karena lampu merahnya mati. Syukurlah, ada polantas yang mengatur agar kemacetan terurai.

***
            Tiba-tiba ketua LDK mengadakan rapat dadakan. Semua anggota pasti bertanya-tanya ada apa gerangan? Kami pikir akan ada sesuatu yang penting untuk disampaikan dan didiskusikan. Tapi ternyata cuma menyampaikan rencana baru di luar program kerja yang sudah di buat sebelumnya.
            “Bagaimana, sudah berkumpul semua? Baiklah, kalau begitu kita mulai saja. Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,”  ketua kami, Umar, membuka forum rapat. Kami menjawab salam dilanjutkan mendengarkan tilawah dari salah satu anggota ikhwan.
            “Ane mohon maaf sebelumnya, karena mengumpulkan antum mendadak seperti ini. Ada hal yang mau ane samaikan pada antum bahwa ada teman kita dari Pendidikan Olahraga menawarkan untuk membuat klub panahan kampus. Sebelumnya beliau sudah menawarkan ke BEM fakultas dan BEM universitas, tapi tidak ada respon dari kedua lembaga tersebut. Nah, akhirnya beliau menemui waktu di masjid setelah zhuhur berjama’ah untuk menawarkan ini. Bagaimana menurut antum? Diterima atau tidak tawaran ini? Seperti yang sudah antum ketahui, bahwa memanah adalah olahraga sunnah. Mungkin karena hal itu, teman kita dari Pendidikan Olahraga ingin memulai klub panahan kampus dari Lembaga Dakwah Kampus atau LDK. Bagaimana pendapat antum? Diterima atau tidak?” Umar menjelaskan panjang lebar.
            “Ane setuju banget klub panahan diawali dari LDK. Malah menurut ane sebuah kehormatan bagi LDK. Tapi sebelumnya ane mau tanya nih, nanti pas latihan dikhususkan untuk ikhwan atau akhwat juga boleh berpartisipasi? Ane yakin akhwatnya banyak yang minat dengan olahraga sunnah ini”, respon Nisa.
            “Oke, ane tanyakan sekarang lewat telepon. Ane load speaker ya, biat antum juga dengar,” Umar menekan tuts keyboard ponselnya untuk menghubungi orang yang bersangkutan.
            Tuuut...Tuuut...Tuuut... Telepon terhubung. Kami hening sesaat untuk mendengarkan penjelasan orang itu.
            “Halo, assalamu’alaikum,” jawab orang itu di telepon.
            “Wa’alaikumsalam warahmatullah. Abdullah, saya Umar, dari LDK. Saya sudah bicarakan dengan teman-teman LDK. Mereka setuju banget. Tapi untuk latihan nanti, apa hanya laki-lakinya atau yang perempuan boleh berpartisipasi? Karena perempuannya banyak yang minat juga nih,” tanya Umar.
            “Alhamdulillah kalau perempuannya ada yang mau ikut. Tidak papa. Nanti latihannya kita atur. Kapan, jam berapa, dan tempatnya dimana. Karena panahan butuh tempat yang safety atau steril dari orang lalu-lalang. Kalo nggak safety, berbahaya,” jelasnya.
            “O iya, nanti yang perempuannya gimana Abdullah melathnya? Karena yang perempuan nggak bakal sentuhan tangan untuk memperbaiki jika ada yang salah,” Umar berhati-hati menjelaskan agar tidak tersinggung.
            “Kalo itu insya Allah saya paham. Kapan, jam berapa, dan dimananya saya tunggu info selanjutnya ya. Assalamu’alaikum,” orang itu mengakhirim pembicaraan telepon.
            “Wa’alaikumsalam warahmatullah...,” jawab kami.
            Aku mencoba berpikir hal lain. Mungkin inilah jalan dakwah yang lain selain mengadakan kajian rutin dan seminar. Jarang sekali ada klub panahan. Di sekitar rumahku tidak ada klub panahan. Teman-temanku juga berpikir sama sepertiku. Mungkin saja.

HUJAN

Ini bukan cerita panjang, bukan cerita pendek, bukan pula susunan sajak berima. Ini hanyalah sebuah pengalaman kecil perjalanan hidup seorang hamba yang dhoif.
Siang ini terasa redup. Matahari enggan menghangatkan bumi Tangerang. Di tengah perjalanan pulang, gerimis halus mulai jatuh ke bumi. Perlahan bebutiran hujan mengguyur. Kepanikan melanda, dan memutuskan untuk berteduh sejenak, menunggu redanya hujan.
Tak seperti yang dikira. Hujan semakin deras. Tumpah! Angin berhembus, rasa dingin semakin menusuk kulit hingga tembus ke tulang. Sekilas teringat si kecil yang sedang menunggu. "Maaf, Nak. Umma pulang terlambat," hanya bisa bergumam dan berdoa dalam hati.
Hanya bisa termenung menatap hujan yang belum kunjung reda. Tak peduli dengan orang sekitar. Sejenak terpesona dengan indahnya lompatan-lompatan butirannya di atas aspal. Perlahan menjadi titik-titk kecil. Di situ baru tersadar, bahwa hujan mulai reda. Dan melanjutkan perjalanan menuju rumah tercinta...


Ciledug, 21 Januari 2019
Keisengan di tengah dinginnya hujan.

Selasa, 12 November 2013

PERBANDINGAN PROSES PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI ANTARA MENURUT AL QUR’AN DENGAN BIBEL

A. Menurut Al Qur’an

            Allah swt menciptakanalam semesta ini selama enam masa. Per satu masa menurut perhitungan manusiaadalah seribu tahun. Q.S. As Sajadah ayat 4-5 : 
4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang adadi antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidakada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorangpemberi syafa'at. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?
5. Dia mengatururusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satuhari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

            Dua masa pertama, Allah swtmenciptakan alam semesta ini masih berupa asap dijelaskan pada Q.S. Fushshilatayat 11 : 
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itumasih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:"Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atauterpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

            Di akhir masa keduamemasuki masa ketiga, Allah swt menjadikan tujuh lapis langit dan menghiasimasing-masing langit dengan bintang-bintang selama dua masa. Q.S. Fushshilatayat 12 :  
Maka Diamenjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langiturusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yangcemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuanyang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.

                Setelah selesai menciptakan langit, Allahswt kemudian memancarkan sinar matahari dan bulan. Q.S. Yunus ayat 5 : 
Dia-lah yangmenjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nyamanzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamumengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yangdemikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya)kepada orang-orang yang mengetahui.

            Pada empat masakemudian (penyempurnaan masa ketiga, masa keempat, masa kelima, dan masakeenam), Allah swt menjadikan gunung-gunung di bumi ini. Q.S. Fushshilat ayat10 :
Dan Diamenciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinyadan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empatmasa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
Pada masa ini,Allah swt selain menciptakan gunung-gunung, juga sudah mengedarkan udaramenjadi angin kemudian berubah menjadi mendung dan akhirnya menjadi hujan. Q.S. Faathirayat 9 : 
Dan Allah, Dialahyang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, Maka Kami halau awanitu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya denganhujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

            Selanjutnya, Allah swtmenumbuhkan aneka tumbuhan, dan kemudian menciptakan berbagai macam hewan. Q.S.An Nur ayat 45 :  
Dan Allah telahmenciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yangberjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian(yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya,Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

            Memasuki masa keenamdibagi menjadi tiga. Sepertiga pertama, Allah swt menciptakan malaikat dan jin.Sepertiga kedua, Allah swt menciptakan menciptakan manusia pertama, yakni NabiAdam as. Sepertiga terakhir, Allah swt mengajarkan ilmu kepada Nabi Adam a.s.
- Sepertiga pertama, Allah swtmenciptakan malaikat dan jin.  
  a. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari apiyang sangat panas. (Q.S. Al Hijir : 27).
اَلْمَلاَ ئِكَةُ خَلَقَتْ مِنْ نُوْرٍ(لحديث(
  b. Malaikat oleh Allah diciptakan dari cahaya (Al Hadits)

- Sepertiga kedua, Allah swtmenciptakan Nabi Adam a.s.
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah,adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudianAllah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), Maka jadilahDia (Q.S. Ali Imran : 59).

- Sepertiga terkahir dari masakeenam, Allah swt mengajarkan ilmu kepada Adam a.s.  
Dan Diamengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudianmengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlahkepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yangbenar!" (Q.S. Al Baqarah : 31)

            Allah swt menciptakanalam semesta dan bumi selama enam masa. Satu masa menurut perhitungan manusiaselama seribut tahun. Berarti enam masa sama dengan enam ribu tahun.
1. Dua masa pertama, Allah swt masih menciptakan asap (Q.S. Fushshilat ayat11)
2. Memasuki akhir masa kedua memasuki masa ketiga, Allah swt menciptakantujuh lapis langit dan bintang-bintang (Q.S. Fushshilat ayat 12)
3. Penyempurnaan masa ketiga, masa keempat, masa kelima, dan keenam, Allahswt memancarkan sinar matahari dan bulan (Q.S. Yunus ayat 5). Kemudian Allah swtmenumbuhkan aneka tumbuhan, dan kemudian menciptakan berbagai macam hewan.(Q.S. An Nur ayat 45)
4. Memasuki masa keenam, Allah swt membagi menjadi tiga : 1. Sepertigapertama Allah swt menciptakan malaikat dan jin; 2. Sepertiga kedua, Allahmenciptakan Nabi Adam a.s.; 3. Sepertiga ketiga, Allah memberi Nabi Adam a.silmu.

Sabtu, 22 Desember 2012

Di Balik Tanggal 25 Desember

Perayaan 25 Desember itu berasal dari perayaan kaum pagan Roma Kuno (Romana), bukan Yunani (Greek). Jerusalem dan sekitarnya di masa sebelum dan setelah Nabi Isa a.s lahir berada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi.

Bangsa Romawi ketika itu memeluk agama pagan dengan memuja dewa-dewi yang jumlahnya sangat banyak dan terkenal sangat mengumbar kesenangan ragawi. Mereka menganggap raga yang sempurna, kecantikan lahiriah, sangat penting dan kenikmatan ragawi merupakan kenikmatan yang harus dikejar selama-lamanya. Sebab itu, lelaki Roma sangat gandrung pada olahraga yang bisa membentuk kekuatan fisik, memperbesar otot-otot badannya, dan juga merawat seluruh tubuhnya. Sekarang, kebiasaan lelaki Roma ini diwarisi oleh apa yang disebut sebagai Pria Metroseksual.

Sedangkan perempuan Roma, juga sangat memelihara tubuhnya dan sisi sensualitasnya. Mereka akan sangat bangga jika dikejar-kejar banyak pria. Bahkan bukan rahasia lagi jika perempuan Roma saat itu belomba-lomba untuk dijadikan “piala bergilir” para lelaki Roma. Tanggal 14 Februari selalu ditunggu-tunggu oleh mereka untuk memuaskan hasrat rendahnya dengan menggelar pesta syahwat di seluruh kota. Inilah yang sekarang dirayakan banyak orang sebagai Hari Valentine, yang sesungguhnya berasal dari Hari Perayaan Perzinahan.

Keyakinan inti pagan Roma itu berasal dari dua sumber, yakni tradisi Osirian Mesir kuno dan ilmu-ilmu sihir Babylonia. Keduanya bergabung dan sekarang dikenal sebagai Kabbalah. Mereka memiliki hari-hari istimewa yang dirayakan setiap tahun, termasuk tanggal 25 Desember yang dirayakan sebagai Hari Kelahiran anak Dewa Matahari atau Sol Invictus. Sebagian ahli menganggap istilah “Anak Dewa Matahari” itu dinisbatkan pula kepada Namrudz, Raja Babylonia, yang mengejar-ngejar Nabi Ibrahim a.s.

Mereka percaya, anak Dewa Matahari ini lahir di hari Minggu. Sebab itu mereka menamakan hari Mingu sebagai Sun Day, Hari Matahari. Mereka juga beribadat di hari tersebut. Semua ini diadopsi kekristenan sampai sekarang.

Minggu, 16 Desember 2012

Umar Mukhtar : Lion Of The Desert from Libya

Adalah Umar Mukhtar. Seorang tokoh dan figur yang memiliki semangat juang tinggi, intelektual, cerdas dan berdedikasi tinggi pada agamanya. Dilahirkan tahun 1861 di kota kecil di Libya bernama Zawia Janzour. Umar memulai hidupnya menjadi seorang sufi dan memasuki tarekat yang bernama Sanusiyah sampai beliau meninggal. Tarekat yang unik. Ia tidak meninggalkan dunia tetapi peduli terhadap persoalan dunia. Tarekat ini sering berperang melawan ketidakadilan. Ini mengingatkan kita dengan do’a Abu Bakar, “Ya Allah! Jadikanlah dunia ini di tangan kami bukan di hati kami”.

Awal Perjuangan Libya Tahun 1911 kapal-kapal perang Itali berlabuh di pantai Tripoli, Libya. Mereka membuat permintaan kepada kekhalifahan Turki Ustmaniyah untuk menyerahkan Tripoli kepada Italia. Kalau tidak kota itu akan dihancurkan. Bersama rakyat Libya, kekhalifahan menolaknya mentah–mentah permintaan itu. Mereka menganggap hal ini sebuah penghinaan. Akibatnya, titisan bangsa Romawi ini pun mengebom kota Tripoli tiga hari tiga malam. Peristiwa ini menjadi seri perjuangan mujahidin Libya, bersama tentara Turki melawan pasukan Italia.

Tahun 1912, Sultan Turki menandatangani sebuah perjanjian damai yang sejatinya sebagai simbol menyerahnya Turki kepada Italia. Perjanjian itu diadakan di kota Lausanne,Switzerland. Itulah awal pemerintahan kolonial Italia berkuasa di Libya. Namun, perjanjian ini ditolak rakyat Libya. Mereka tetap melanjutkan perang jihad. Di beberapa wilayah, mereka masih tetap dibantu oleh tentara Turki yang tidak mematuhi perintah dari Jenderal.

Sabtu, 15 Desember 2012

Pesanku Untuk Saudariku

Pesan ini kutuliskan untuk saudari-saudariku muslimah yang senantiasa dilindungi dan dirahmati oleh Allah swt. Yang senantiasa menjaga kehormatannya, dan senantiasa bersabar untuk taat dan menghindari maksiat. Semoga bisa ambil hikmahnya

Saudariku, bagaimana kabarmu? Semoga kau selalu sehat dan di bawah naungan rahmat-Nya. Lalu, bagaimana perasaanmu setelah menikah? Aku selalu berdoa untukmu, semoga pernikahan mendapat berkah dari Allah swt.

Sungguh, aku senang kau telah menikah dengan laki-laki shalih. Tidak semua Muslimah mendapat lelaki shalih. Mereka diuji dengan laki-laki yang belum kaffah keislamannya.

Sekarang, syukurilah. Meski di awal kau tak menginginkannya, karena perjodohan orang tua. Apakah kau tidak percaya, bahwa Allah swt telah mempertemukanmu dengan laki-laki itu? Ya, saudariku. Pilihan Allah swt tak pernah salah. Allah swt Maha Tahu kondisi dan kebutuhan hamba.

Saudariku, apakah kau tahu ridha suamimu adalah ridha Allah swt? Ya, sekarang jannahmu ada di tangan suamimu yang shalih. Maka, taatilah. Jangan sampai suamimu tidak ridha. Apabila itu terjadi, bukan hanya Allah swt yang tidak ridha padamu, tapi juga malaikat tak akan ridha padamu. Ketika suamimu memberi amanah dan kepercayaan padamu, maka jalani dengan ikhlas. Jangan mengkhianati, yang ada suamimu sakit hati.

Senin, 17 September 2012

Bidadariku, Izinkan Aku Pergi


Bidadariku, belum lama aku menikahimu. Mahar yang kau minta waktu aku menikahimu sungguh mulia, melebihi kilauan berlian. Ya, aku jadi semakin tahu bahwa kau adalah wanita shalihah sekaligus seorang mujahidah. Jaman sekarang, sudah sangat jarang seorang wanita meminta mahar pada calon suaminya berupa hafalan ayat – ayat jihad dan buku hadits. Ditambah dengan kelembutanmu, menambah hiasan pada dirimu. Sungguh, aku sangat bersyukur pada Allah swt karena telah dikarunai bidadari sepertimu.

Bidadariku, selama kau hidup bersamaku, tak sepatah katapun keluhan yang keluar dari bibirmu. Kau memenuhi semua kebutuhanku sebagai suamimu. Tanpa sepengetahuanku, kau terbangun di sepertiga malam. Saat semua orang terhanyut mimpi di malam hari, tanganmu tengadah diiringi butiran embun menetes dari ujung mata beningmu. Baris demi baris kau melantunkan doa, tak lupa kau selalu mendoakanku.

Biadariku, aku akan berusaha membimbingmu pada jalan Allah swt, dengan mengharan cinta – Nya. Aku ini pelengkap hidupmu, dan kau pun pelengkap hidupku. Ketika terpuruk melandaku, kau mengobarkan semangat padaku untuk bangkit dari keterpurukan itu. Di mataku, kau begitu sabar menghadapiku dalam berbagai keadaan. Sungguh, aku bahagia hidup bersamamu. Begitu juga kau, bidadariku. Kau pasti juga bahagia hidup bersamaku.

Sabtu, 09 Juni 2012

Air Mata

Air mata...
Saat kau menetes di kala bahagia, kau dihiasi dengan senyum manis di bibir. Menerima dengan tangan terbuka. Tanpa sedikit pun rasa suka yang menggores hati. Hati pun menjadi berbunga-bunga, seperti taman bunga yang baru bermekaran.

Ungkapan cinta karena Allah swt dari teman-teman, meneteslah air mata bahagia. Artinya, masih punya teman untuk berbagi suka dan duka. Atau mungkin mendapatkan hadiah yang sangat berharga, walau harganya murah. Tapi hadiah itu tak akan pernah dilupakan sepanjang hidup.

Ketika bertemu dengan teman yang lama sekali tak jumpa selama bertahun-tahun. Air mata menetes haru, karena dipertemukan kembali di dunia oleh Allah swt. Atau bertemu dengan kerabat yang lama terpisah oleh waktu, kemudian dipertemukan juga oleh Allah swt di dunia. Atau juga saat ijab qabul, yang oleh Allah swt sudah dihalalkan dua insan yang berbeda. Semuanya membuat air mata menetes, menyiram taman hati hingga bunga jadi merekah...

Jumat, 08 Juni 2012

Doa Dalam Istikharah

Ya Allah, kehadirannya tidak kusadari. Tanpa pula kuundang, telah menggamit setangkai kasih dalam hati. Sekarang, bunga dalam taman hati telah berbunga. Namun, aku tidak menyalahkan diriku, atau dirinya yang telah hadir mengisi ruang hati. Atau tidak juga kusalahkan siapapun. Aku tahu, itu adalah anugerah dari-Mu. Fitrah...

Keshalihan menghias dirinya, membuatku ingin mengenalnya lebih jauh. Keilmuannya pun tanpa kuragu. Mungkin suatu saat dia bisa menjadi tempatku untuk bertanya tentang indahnya Islam. Aku yakin, dia orang yang kaya, tapi bukan kaya harta. Akan tetapi, dia kaya ilmu.

Ketika cinta bersaksi dalam hembusan lafadz tasbih, aku mencoba meraba dalam hati yang tertutup tabir. Sebuah kejutan dari-Mu tuntukku. Hingga kesunyian penghujung malam menjadi teman di peraduan mimpi, yang aku bernyanyi dalam senandung harap pada-Mu.

Saat aku menyebut merdu nama-Mu, hatiku mengukitnya di atas sajadah cinta. Mencoba menetapkan pilihan untuk menjadi pendampingku kelak. Mengekalkannya hingga ke jannah-Mu nanti.

Minggu, 27 Mei 2012

Menetapkan Pilihan...


Mungkin pembaca beranggapan bahwa tulisan ini merujuk pada dua pilihan untuk dijadikan pendamping hidup. Padahal, tulisan ini menetapkan pilihan dalam berbagai hal. Bukan hanya terpaku pada satu malasah : 2 orang laki-laki terbaik untuk dijadikan pendamping. Tulisan ini hanya mengungkapkan secangkir dari lautan hati seperti kaca ini yang sedang galau...

Ya... Setiap pilihan ada konsekuensinya. Ada resiko yang harus ditempuh. Misalnya, ketika menetapkan pilihan untuk mengulur waktu, resikonya adalah yang lain juga ikut terbengkalai. Atau mungkin karena tuntutan amanah pada suatu organisasi, sehingga yang jadi prioritas jadi terbengkalai. Kalau kata pemeran utama dalam fil Korea "Jewel In The Crown", keadaan kita sekarang ini adalah pilihan dan tidak ada nasib. Peran antagonis mengatakan bahwa kesengsaraan yang dialaminya sudah menjadi nasib, tapi benar juga. Antagonis dalam film itu menjadi sengsara pada akhirnya, karena itu pilihannya : menjadi jahat.

Kalau kata teman saya, jika ingin cepat lulus kuliah itu adalah pilihan. Kalau kuliah mulur, itu pun juga pilihan. Ingin cepat lulus, maka butuh pengorbanan yang lebih besar. Tidak hanya tenaga yang terkuras, pikiran dan hati juga akan terkuras, bahkan waktu juga menjadi korbannya.

Rabu, 18 April 2012

Penaklukan Panjang Konstantinopel

Sebuah ramalan Rasulullah menjadi pelecut motivasi yang hebat bagi kaum muslimin untuk membebaskan kota Konstantinopel. Sejatinya ramalan Rasulullah, tentu akan pasti terjadi. Beliau saw tidak bicara dengan nafsunya. Hanya saja redaksi dalam ramalan itu membuat pemimpin-pemimpin umat muslim termotivasi untuk ikut andil untuk merealisasikannya. Layaknya sebuah sayembara.

Hadits itu berbunyi seperti ini: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad)

Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” (H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim)

Penaklukan ini sendiri terjadi 8 abad setelah Rasulullah meramalkannya.
Sejarah panjang gairah penaklukan kota strategis ini dimulai sejak seorang sahabat Rasulullah, Muawiyah r.a. mengusulkan kepada khalifah Utsman bin Affan r.a. untuk membentuk armada laut sebanyak 1600 kapal untuk mengamankan wilayah afrika Utara yang telah dikuasai kaum muslimin. Selain itu, angkatan laut ini juga diperlukan untuk berkonfrontasi terhadap kekutan Romawi yang wilayahnya berada pada tiga benua yang dibatasi oleh laut tengah dan laut mati. Penyerangan kepada ibukota Romawi, Konstantinopel, dari manapun arahnya harus melewati laut. Jadi angkatan laut ini sangat diperlukan.

Pada 650 Masehi, terjadi konfrontasi antara armada Islam yang dipimpin oleh Abdullah bin Abu Sarah melawan armada Romawi yang dipimpin Kaisar Konstantin II di Mount Phoenix. Armada Romawi mengalami kekalahan telak. Konon 20.000 orang pasukannya tewas. Pertempun ini sangat menentukan karena selangkah lagi kaum muslimin akan menghampiri ibukota Romawi. Dan pada 654 M, Utsman bin Affan mengirimkan Muawiyah bin Abu Sofyan r.a. dengan pasukan yang besar untuk mengepung dan menaklukkan Konstantinopel. Tetapi sayang mereka pulang dengan tangan hampa disebabkan oleh kokohnya pertahanan Konstantinopel.

Selasa, 31 Januari 2012

Rahasia Parenting Nabi Ibrahim

Remaja itu masih berumur belasan tahun. Namun kepribadiannya telah matang. Dewasa. Jauh melampaui usia biologisnya.

Kedewasaan karakter itu tercermin dari logika keimanannya yang sempurna. Maka, begitu tahu bahwa penyembelihan dirinya adalah perintah Allah, ia menjawab dengan tenang: "Hai ayahku... kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (QS. Ash-Shaaffaat : 102)

Jika hari ini banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya tidak berbakti pada mereka, Ibrahim bukan hanya mendapati Ismail berbakti. Lebih dari itu Ismail pada usia remaja telah membaktikan dirinya tanpa reserve kepada Dzat yang memerintahkan berbakti kepada orang tua. Meskipun nyawa sebagai taruhannya.

Kita mungkin beralasan, bahwa Ibrahim dan Ismail adalah nabi. Tak bisa disamakan dengan manusia biasa. Memang itu benar adanya. Akan tetapi, bukankah salah satu gelar yang dianugerahkan Allah kepada Ibrahim adalah uswatun hasanah? Maka, dalam dunia parenting pun Ibrahim mencatatkan keteladanan bagi umat manusia sesudahnya. Lalu, apa rahasia parenting nabi Ibrahim?

Belajar Ketabahan dari Ummu Sulaim

SUATU hari, anak Abu Thalhah meninggal dunia. Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah, berkata kepada orang-orang yang menjenguk anaknya, “
Janganlah ada yang memberi kabar kepada Abu Thalhah hingga akulah sendiri yang memberi kabar duka ini.”
 
Berkata begitu, Ummu Sulaim segera merapikan jenazah putranya.

Malam harinya, Abu Thalhah pulang. Ia segera menanyakan keadaan anaknya.

“Ia tenang seperti sedia kala,” jawab Ummu Sulaim.

Istri taat ini bergegas menyuguhkan makan malam bagi suaminya. Tak lupa mematut diri di depan cermin agar tampak lebih indah dari biasanya.

Melihat istrinya yang berhias cantik, Abu Thalhah pun bergairah. Malam itu pun Ummu Sulaim melayani suaminya di atas tempat tidur.

Setelah Ummu Sulaim melihat suaminya tampak puas dan tenang jiwanya, ia pun berkata lembut, “Wahai Abu Thalhah, bila ada keluarga yang meminjam sesuatu kepada keluarga yang lain, lalu mereka meminta kembali barang pinjaman itu, tetapi keluarga itu menolak mengembalikan pinjaman itu, bagaimana menurut pendapatmu?”

“Sungguh, sekali-kali mereka tidak berhak untuk menolaknya karena barang pinjaman harus dikembalikan kepada pemiliknya,” jawab Abu Thalhah dengan segera.

Mendengar jawaban itu, Ummu Sulaim tersenyum, kemudian berkata lagi, “Sesungguhnya anakmu adalah barang pinjaman dari Allah, dan Allah telah mengambilnya.”

Seketika Abu Thalhah mengucapkan kalimat istirja’, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un.

Selasa, 17 Januari 2012

Blues, Musik yang Berakar dari Tradisi Islam

Blues dikenal sebagai sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Musik yang mulai berkembang pesat pada abad ke-19 M itu muncul dari musik-musik spiritual dan pujian yang biasa dilantunkan komunitas kulit hitam asal Afrika di AS. Musik yang menerapkan blue note dan pola call and response itu diyakini publik AS dipopulerkan oleh 'Bapak Blues'--WC Handy (1873-1958).

 Percayakah Anda bahwa musik Blues berakar dari tradisi kaum Muslim? Awalnya, publik di negeri Paman Sam pun tak meyakininya. Namun, seorang penulis dan ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York, Sylviane Diouf, berhasil meyakinkan publik bahwa Blues memiliki relasi dengan tradisi masyarakat Muslim di Afrika Barat.

 Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua rekaman. Yang pertama diperdengarkannya kepada publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard itu adalah lantunan adzan--panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat. Setelah itu, Diouf memutar Levee Camp Holler.

 Rekaman kedua itu adalah lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun yang lalu. Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh komunitas kulit hitam Muslim asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca-Perang Sipil.

Pencetus Musik Muslim Spanyol

Menurut sejarawan muslim Ibn Hayyan, gelar Ziryab alias si burung hitam disematkan kepada Abul-Hasan Ali Ibn Nafi, karena pria kelahiran Baghdad 789 M ini, memiliki kulit legam. Namun suaranya jernih dan perilaku yang mengesankan. Dan dalam blantika seni, Ziryab mencatatkan namanya sebagai salah satu pelopor dalam dunia seni musik dan suara. Sejumlah sejarawan Arab menyatakan bahwa Ziryab adalah seorang budak yang kemudian dibebaskan. Lalu ia menjadi pelayan keluarga Al-Mahdi, khalifah Baghdad pada masa dinasti Abbasiah. Tak lama kemudian ia menjadi musisi istana pada masa khalifah Harun Al-Rasyid, penerus Al-Mahdi setelah dia mangkat. Harun memang terkenal sebagai khalifah yang gandrung akan musik. Tak heran jika ia memboyong banyak musisi ke istananya di Baghdad.

Kala itu yang menjadi musisi kesayangan Harun adalah Ishaq Al-Mawsili. Untuk mencetak kader musisi istana, Ishaq pun mendapatkan izin untuk membuka sekolah musik di istana. Salah satu muridnya adalah Ziryab, yang telah bekerja di istana beberapa tahun sebelumnya. Si burung hitam, ternyata murid yang cerdas dan memiliki pendengaran yang tajam. Di luar pelajaran, ia bahkan kerap mencuri dengar dan mempelajari lagu yang didendangkan gurunya. Padahal lagu-lagu Ishaq terkenal begitu kompleks dan tak mudah dipahami. Bahkan oleh seorang pakar musik sekalipun. Namun Ziryab mampu menyerap dan memperkaya wawasannya tentang musik. Ishaq sendiri tak mengetahui sejauh mana muridnya ini menguasai ilmu musik yang diajarkannya. Hingga suatu saat Harun Al-Rasyid meminta Ziryab memainkan musik di hadapannya. Ziryab memainkan musik dengan bagus. Dengan melodi yang jelas dan sarat emosi. Ia telah memainkan alat musik buatannya sendiri.

Sang khalifah terpesona atas kemampuan si burung hitam. Dan meminta Ishaq bersedia membantu Ziryab mengembangkan talentanya itu. Namun nampaknya sang guru terbakar dengki. Ia merasa posisinya sebagai musisi istana terancam. Maka ia pun mengancam akan membunuh Ziryab, memintanya untuk meninggalkan Baghdad setelah memberinya bekal uang. Dengan terpaksa Ziryab meninggalkan istana dan kota kelahirannya, Baghdad. Sang khalifah hanya tahu dari Ishaq bahwa Ziryab mengalami gangguan mental hingga ia meninggalkan Baghdad. Akhirnya, Ziryab beserta keluarganya meninggalkan Baghdad menuju Mesir. Dari negeri Spinx ini, ia melanjutkan perjalanan ke Afrika Utara dan akhirnya terdampar di Tunisia. Pada saat itu, Tunisia berada di bawah kekuasaan dinasti Aghlabid, dengan khalifah Ziyadatullah I. Sebenarnya ia disambut dengan baik di sana, namun ia lebih tertarik melanjutkan perjalanan menuju Kordoba, Spanyol. 

Senin, 16 Januari 2012

Memahami Liberalisme

Menyusul terbitnya fatwa MUI belum lama ini, terdengar suara-suara sumbang Yang mempersoalkan definisi liberalisme. Istilah 'liberalisme' berasal bahasa Latin Dari, liber, Yang artinya 'bebas' atau 'merdeka'. Hingga penghujung Abad ke-18 Masehi, Istilah ini Terkait erat horee DENGAN Manusia merdeka, Bisa semenjak lahir ataupun setelah dibebaskan, yakni mantan budak (Freedman). Dari sinilah Muncul Istilah 'seni liberal' Yang Berarti ilmu Yang Berguna BAGI murah sepatutnya dimiliki oleh setiap Orang merdeka, yaitu arithmetik, geometri, astronomi murah musik (quadrivium) Serta grammatika, Logika murah rhetorika (trivium).

Di zaman pencerahan, kaum intelektual eropa murah politisi menggunakan Istilah liberal UNTUK membedakan mereka Diri Dari Kelompok lain. Sebagai adjektif, kata 'liberal' dipakai menunjuk sikap anti UNTUK feodal, anti kemapanan, rasional, bebas merdeka (independen), berpikiran Terbuka Luas lagi (berpikiran terbuka) murah, KARENA ITU oleh, Hebat (murah hati). Dalam, Politik, liberalisme dimaknai sebagai SISTEM murah kecenderungan Yang berlawanan DENGAN murah menentang 'mati-matian' sentralisasi kekuasaan absolutisme murah. Munculnya republik-republik menggantikan kerajaan-kerajaan konon Tidak terlepas Dari liberalisme ini.

Sementara di bidang Ekonomi, liberalisme merujuk PADA SISTEM pasar bebas dimana intervensi pemerintah Dalam, perekonomian dibatasi-jika Tidak dibolehkan sama Sekali. Hal ini Dalam, murah PADA Batasan tertentu, liberalisme identik DENGAN kapitalisme. Di Wilayah Sosial, liberalisme emansipasi wanita Berarti, penyetaraan gender, pupusnya Kontrol Sosial terhadap individu murah runtuhnya Nilai-Nilai kekeluargaan. Biarkan wanita menentukan nasibnya SENDIRI, sebab tak seorang pun berhak Kini murah boleh memaksa ataupun melarangnya melakukan sesuatu UNTUK.