Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Pesanku Untuk Saudariku

Pesan ini kutuliskan untuk saudari-saudariku muslimah yang senantiasa dilindungi dan dirahmati oleh Allah swt. Yang senantiasa menjaga kehormatannya, dan senantiasa bersabar untuk taat dan menghindari maksiat. Semoga bisa ambil hikmahnya

Saudariku, bagaimana kabarmu? Semoga kau selalu sehat dan di bawah naungan rahmat-Nya. Lalu, bagaimana perasaanmu setelah menikah? Aku selalu berdoa untukmu, semoga pernikahan mendapat berkah dari Allah swt.

Sungguh, aku senang kau telah menikah dengan laki-laki shalih. Tidak semua Muslimah mendapat lelaki shalih. Mereka diuji dengan laki-laki yang belum kaffah keislamannya.

Sekarang, syukurilah. Meski di awal kau tak menginginkannya, karena perjodohan orang tua. Apakah kau tidak percaya, bahwa Allah swt telah mempertemukanmu dengan laki-laki itu? Ya, saudariku. Pilihan Allah swt tak pernah salah. Allah swt Maha Tahu kondisi dan kebutuhan hamba.

Saudariku, apakah kau tahu ridha suamimu adalah ridha Allah swt? Ya, sekarang jannahmu ada di tangan suamimu yang shalih. Maka, taatilah. Jangan sampai suamimu tidak ridha. Apabila itu terjadi, bukan hanya Allah swt yang tidak ridha padamu, tapi juga malaikat tak akan ridha padamu. Ketika suamimu memberi amanah dan kepercayaan padamu, maka jalani dengan ikhlas. Jangan mengkhianati, yang ada suamimu sakit hati.

Sabtu, 09 Juni 2012

Air Mata

Air mata...
Saat kau menetes di kala bahagia, kau dihiasi dengan senyum manis di bibir. Menerima dengan tangan terbuka. Tanpa sedikit pun rasa suka yang menggores hati. Hati pun menjadi berbunga-bunga, seperti taman bunga yang baru bermekaran.

Ungkapan cinta karena Allah swt dari teman-teman, meneteslah air mata bahagia. Artinya, masih punya teman untuk berbagi suka dan duka. Atau mungkin mendapatkan hadiah yang sangat berharga, walau harganya murah. Tapi hadiah itu tak akan pernah dilupakan sepanjang hidup.

Ketika bertemu dengan teman yang lama sekali tak jumpa selama bertahun-tahun. Air mata menetes haru, karena dipertemukan kembali di dunia oleh Allah swt. Atau bertemu dengan kerabat yang lama terpisah oleh waktu, kemudian dipertemukan juga oleh Allah swt di dunia. Atau juga saat ijab qabul, yang oleh Allah swt sudah dihalalkan dua insan yang berbeda. Semuanya membuat air mata menetes, menyiram taman hati hingga bunga jadi merekah...

Jumat, 08 Juni 2012

Doa Dalam Istikharah

Ya Allah, kehadirannya tidak kusadari. Tanpa pula kuundang, telah menggamit setangkai kasih dalam hati. Sekarang, bunga dalam taman hati telah berbunga. Namun, aku tidak menyalahkan diriku, atau dirinya yang telah hadir mengisi ruang hati. Atau tidak juga kusalahkan siapapun. Aku tahu, itu adalah anugerah dari-Mu. Fitrah...

Keshalihan menghias dirinya, membuatku ingin mengenalnya lebih jauh. Keilmuannya pun tanpa kuragu. Mungkin suatu saat dia bisa menjadi tempatku untuk bertanya tentang indahnya Islam. Aku yakin, dia orang yang kaya, tapi bukan kaya harta. Akan tetapi, dia kaya ilmu.

Ketika cinta bersaksi dalam hembusan lafadz tasbih, aku mencoba meraba dalam hati yang tertutup tabir. Sebuah kejutan dari-Mu tuntukku. Hingga kesunyian penghujung malam menjadi teman di peraduan mimpi, yang aku bernyanyi dalam senandung harap pada-Mu.

Saat aku menyebut merdu nama-Mu, hatiku mengukitnya di atas sajadah cinta. Mencoba menetapkan pilihan untuk menjadi pendampingku kelak. Mengekalkannya hingga ke jannah-Mu nanti.

Minggu, 27 Mei 2012

Menetapkan Pilihan...


Mungkin pembaca beranggapan bahwa tulisan ini merujuk pada dua pilihan untuk dijadikan pendamping hidup. Padahal, tulisan ini menetapkan pilihan dalam berbagai hal. Bukan hanya terpaku pada satu malasah : 2 orang laki-laki terbaik untuk dijadikan pendamping. Tulisan ini hanya mengungkapkan secangkir dari lautan hati seperti kaca ini yang sedang galau...

Ya... Setiap pilihan ada konsekuensinya. Ada resiko yang harus ditempuh. Misalnya, ketika menetapkan pilihan untuk mengulur waktu, resikonya adalah yang lain juga ikut terbengkalai. Atau mungkin karena tuntutan amanah pada suatu organisasi, sehingga yang jadi prioritas jadi terbengkalai. Kalau kata pemeran utama dalam fil Korea "Jewel In The Crown", keadaan kita sekarang ini adalah pilihan dan tidak ada nasib. Peran antagonis mengatakan bahwa kesengsaraan yang dialaminya sudah menjadi nasib, tapi benar juga. Antagonis dalam film itu menjadi sengsara pada akhirnya, karena itu pilihannya : menjadi jahat.

Kalau kata teman saya, jika ingin cepat lulus kuliah itu adalah pilihan. Kalau kuliah mulur, itu pun juga pilihan. Ingin cepat lulus, maka butuh pengorbanan yang lebih besar. Tidak hanya tenaga yang terkuras, pikiran dan hati juga akan terkuras, bahkan waktu juga menjadi korbannya.

Selasa, 23 Agustus 2011

Wahai Mujahid, Jangan Mau Kau Menikahi “Aku”


Wahai mujahid, yang menyusahkan dirinya karena Alloh. Yang menjual dirinya kepada Alloh. Yang ingin bersusah disaat laki-laki lain tengah mengejar kesenangan. Aku wantikan kepadamu, jangan mau kau menikahi aku. Meski kutawarkan hatiku padamu, jangan mau! Jangan mau kau nikahi aku.

Karena aku, sesungguhnya bukanlah yang mau kau ajak bersusah dalam hidup.

Hai Mujahid, sudah aku katakan berulang jangan kau mau nikahi aku! Jangan!


Aku bisa merengek jika kau meminta ijin berangkat saat panggilan jihad itu tiba. Aku tidak ingin hidup tanpamu. Jangan menikahiku jika kau akan meninggalkanku. Masih ingin menikahiku?


Aku, akan kubuat kau menunda pekerjaanmu melayani umat dengan kesibukan melayaniku. Aku adalah ratu dirumah, jika kau tidak bisa penjadi pelayan yang baik, jangan pernah menikahiku!


Aku, wanita! Tabi’atku menyukai perhiasan dan kekayaan. Maka, jangan kau menikahiku jika kau tidak bisa memberikan apa yang aku mau. Memang lebih baik kau tidak usah menikah saja jika kau tidak menemukan wanita yang tidak sepertiku, sebab kupikir semua wanita sepertiku!


Duhai Mujahid! Suami yang baik adalah suami yang memberi kewajiban nafkah pada istrinya secara layak. Jangan kau menikahiku jika kau menuntutku untuk bekerja. Aku tidak bisa! Aku tidak punya keahlian untuk itu.

Aku tidak sudi bekerja, bukankah itu kewajibanmu? Jangan nikahi aku kalau begitu!


Mujahid, jangan kau mau nikahi aku meski aku punya daya tarik, dan kau terpikat olehku, jangan! Sebab kau harus tau diri! Aku bisa menampakkan wajah berseri dihadapanmu sepanjang hari, tapi tidak jika kau tengah berpamitan dengan tugasmu fi sabilillah.

Rabu, 10 Agustus 2011

Bermula dari Basecamp Peradaban


Basecamp peradaban, begitulah kami menyebutnya. Sebuah kontrakan sederhana, di belahan Jatayu yang tidak jauh dengan kampus. Walau sederhana, tapi menginggalkan begitu banyak kenangan. Suka duka bersama, ukhuwah dan cinta. Basecamp peradaban ini dijadikan sekretarian KAMMI komisariat UHAMKA, dan basecamp kami berbeda dengan basecamp lainnya. Biasanya ditempati oleh ikhwan, tapi ini yang menempati adalah para akhwat mujahidah dakwah kampus.

Senin, 08 Agustus 2011

Untuk Calon Mujahidku...

 
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...



Wahai calon mujahidku di belahan bumi sana, bagaimana kabarmu? Semoga selalu dibawah naungan rahmatNya dan selalu diridhoiNya dalam tiap jengkal langkahmu mengharungi jalan dakwah ini. Bagaimana jua kabar iman dan hatimu? Semoga selalu terjaga kesucian dan keistiqamahanmu.

Wahai calon mujahid yang akan menjadi imamku, Allah telah mempersiapkanmu untuk menjemputku dalam ikatan yang suci. Ikatan yang akan mengguncang dunia dan seisinya. Kita akan mengharungi dakwah bersama, agar kau tak sendiri lagi. Aku akan menjadi teman berjuang bersamamu, dalam suka dan duka.

Wahai calon mujahidku, aku akan berusaha menjadi “Khadijah”mu. Aku akan menjadi penentram hatimu ketika merasa resah, gundah dan gelisah dalam menghadapi berbagai persoalan. Aku akan senantiasa mendukung jihadmu, bukan menjadi penghalang. Karena aku tahu kau melakukannya hanya untuk mencari ridha Allah swt semata.